i dalam memahami karakter orang lain salah satunya bisa dengan memperhatikan caranya merespons suatu masalah atau kejadian.
Bagaimana ekspresi, perasaan, sikap, dan sifat, termasuk kepeduliannya akan masalah yang dihadapi bersama tim.
Tujuannya adalah agar kita bisa menemukan formulasi yang tepat dalam berinteraksi dengan orang tersebut sehingga tidak terjadi miskomunikasi yang berujung menjadi tidak efektifnya sebuah pekerjaan di dalam sebuah organisasi.
Rasulullah saw adalah contoh terbaik dalam menyelami karakter dan menguasai respons dirinya pada orang lain.
Perhatikan kisah dakwah beliau di Makkah saat awal kenabian. Kemudian kisah di Thaif, sikapnya terhadap Yahudi buta yang gemar mencelanya, wanita penggugat (surah Mujadilah), orang Badui yang mengencingi masjid, dan lain-lain. Sampai-sampai Al Quran mengabadikannya:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“And indeed, you are of a great moral character.” Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak yang mulia. (QS. Al-Qalam: 4)